Jembatan Lempahung Nyaris Ambruk,Ancam Keselamatan Warga Saat Melintas
TENGGARONG. Warga Kecamatan. Samboja, Kelurahan Kampung Lama, di
hantui rasa ketakutan setiap kali melintasi Jembatan Lempahung, pasalnya
jembatan tersebut teramcam ambruk, intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa
hari lalu membuat akses jembatan kayu sepanjang 30 meter ini terendam banjir.
Gufran, salah seorang warga yang setiap harinya melintasi jembatan
lempahung sangat mengeluh dengan kondisi jembatan yang nyaris ambruk dan sering
terendam banjir
“Bagaimana cara pemerintah menanggapi ini. Apakah menunggu rusak
parah dan menelan korban jiwa baru ada perbaikan,” ujar Gusfran.
Hal senada disampaikan warga Kampung Lama, Saiful mengaku,
jembatan hanya diperbaiki perseorangan dan kelompok tani yang kerap memakai
jembatan tersebut, perbaikan selama ini dilakukan ala kadarnya saja menggunakan
peralatan seadanya dengan mengikat pakai tali.
“Beberapa hari lalu, Jembatan Lempahung tersapu arus banjir lagi
dan terancam roboh, Pasak jembatan kayu itu turun ke bawah. Perbaikan jembatan
ini sudah dianggarkan, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” katanya.
Kondisi jembatan yang hanya bisa dilewati motor ini dan terancam
ambruk, Jembatan Lempahung ini terhubung dengan kawasan transmigran 3, Desa
Beringin Agung. Jembatan ini juga terhubung dengan akses Jalan Usaha Tani yang
juga rusak parah.
“Kami susah bercocok tanam dengan akses jembatan yang rusak ini,
begitupun mereka yang berkebun dan beternak. Sebagian petani sudah panen. Hasil
panen harus diangkut pakai motor dengan cara diangsur bolek-balik, karena mobil
nggak bisa lewat jalan usaha tani ini,” ucap Saiful.
Sedangkan jarak ke lokasi pertanian berkisar satu kilometer. Ia
berharap Kepala Dinas Pertanian bisa turun dan memantau kondisi di lapangan, warga
sekitar sudah sering mengajukan permohonan agar jalan usaha tani dan Jembatan
Lempahung di Kampung Lama ini segera diperbaiki. Permohonan ini disampaikan
lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
“Para petani harus berjalan kaki sejauh satu kilometer, bahkan
lebih, hanya untuk bercocok tanam dikarenakan kondisi jalan rusak dan tidak ada
perhatian dari pemerintah dan perusahaan sekitar,” tuturnya.aji/poskotakaltimnews.com